Random.

Aku menulis puisi rambang, wujudnya kau dan aku sebagai isinya. Cinta dan rindu pemberian Ya Ilahi, rambang hatiku terus menerimanya tanpa selidik. Dia memberi pilihan untuk aku meneruskan rambang cinta kita atau sebaliknya. Anehnya, perasaan ini terus leka dek dibawa arus rambangnya hati.


 

F.R

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s