People change.

Berganti hujan dan panas bak air mata jatuh dan lalu ia kering,

Bergilir bulan dan matahari dek gelapnya harapan, pantas ia cerah semula,

Hatiku, mindaku, telah aku cuci sambil aku menyimpan harap ia putih bagai susu azali,

Segala penantian telah pun aku khatamkan di hati,

Minda aku kayaknya dinyahkembali untuk aku melihat masa tua dengan lebih lapang dan luas.

Aku menari, aku berjoget, dan aku berdansa bagaikan Malaikat Maut bakal mencabut nyawaku esok hari,

Suara girangku hanya gegendang hatiku yang bisa mendengarnya, tidak pada gegendang manusia ciptaan-Nya.

Kerna apa?

Kerna pabila hujan menangis, kilat juga bisa menyambar, dan pabila matahari meledak, padang pasir kering kontang dek kerana kemarau.

Kendatipun aku berhujan tangis di hati jua menyalak cahaya matahari di wajah,

Pastinya kosong bagi mereka tanpa pengertian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s