Menerima.

Cinta berputik tanpa sedar akan kehadirannya,
datang tanpa diundang,
pergi tanpa disuruh.

Fikiranku, hatiku, dan nafsuku
tidak sehaluan seperti yang diaturkan oleh-Nya,
menindas segala kesempurnaan yang hanya pas kabur di mata hati dan mata akal.

Benar atau salah jua pun tidak ada jawapan,
bongkak aku menganggapnya ia bertitik noktah,
malangnya ia bersisakan koma.

Berjalan, berlari, merangkak,
aku buntu soal motif dan makna sebenar hidup di zaman fitnah lagi di dunia fana ini.

Segalanya sudah aku lalui,
merasi satu penghunjung kebahagiaan,
bertahan lalu melepaskan setiap saat dan detik manis yang sementara aku kecapi.

Ikhwal cinta dan perasaan bukan yang esensial,
kerana pangkalnya aku celik,
bahwa, “Love comes when you least expect it”.

Menunggu dan terus menunggu,
seperti menanti sesuatu yang tiada kepastian,
pengharapan terkubur bertimbuskan beribu persoalaan,
menadah tangan bertakungkan air mata,
mewadahi menerima jawapan yang tidak aku inginkan.

Tapi sadar di mindaku,
suatu permulaan pasti wujud penghujungnya,
sebagaimana pertemuan berpasangan dengan perpisahan,
kerna jalan itu hak-Nya dan bukan padaku.


F.R

Advertisements

6 thoughts on “Menerima.

  1. Short story
    Ayah i tinggalkan i dan family dari kecil,
    Growing up with A lot of pain & a lot of unanswerable question,
    Then i met someone, after a few years she left me for other guy. Its a pain. More pain. So now the way i think is” if ayah kandung pun tinggalkan i lagi la orang lain & why i need to trust peoples”
    Apa yang u tulis itu la apa yang i fikir every single day. Tapi “menerima” how? Memaafkan? Apa pendapat u atau nasihat ke?

    Like

  2. Menerima in a sense that “I have to”, to accept things that I don’t wish for, in Allah’s ways. As if in a case of serious relationship, my future husband died a day before the solemnisation event. I’ve got to accept things though it wasn’t like what I’ve hoped for. So, tak sama mcm your situation. If I were to be in your shoes, deep inside I know myself won’t be okay with it, I would definitely forgive him yet I don’t forget. “Menerima” utk situation ni tak sama mcm you terima takdir you yg Allah dah tetapkan. Your situation lebih kepada menerima individu tu secara fisikal. I only may imply, you maafkan dan cuba beebuat baik but you still need to put some boundaries, prepare yourself not to be in the same situation in latter future.

    Like

  3. Bila tiba waktunya, harap awak dapat banyak menerima.

    menerima pertemuan orang baru,
    menerima berjauhan dengan ibu dan keluarga kesayangan,
    menerima segalanya ketentuan.

    either a worst or a good.

    life must go on. is it. :’)

    setiap detik adalah ujian. Selamat berpuasa.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s